Sepoi-sepoi angin berhembus
Tirai tersibak, permata
tertampak
Membuka kelam kelabu
Dalam nuansa biru
Kala hari tlah berganti
Angin kembali berhembus
perlahan
Menghempas kejenuhan
Saat bersenandung bersama
Dikau permata
Anganku jauh menerawang
Ketika malam menyelimuti
Ceriamu masih terasa
Jauh dan jauh semakin terasa
jauh
Menyentuh sanubari
Mata hati terbuka
Nada sendu tercipta
Teralun syahdu
Dikau permata
Adakah cerita tercipta
Untukmu permata
Terselip harapan membara
Dalam hati dan jiwa merana
Permata slalu terkenang
“Akhir Mei ’95”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar