Senin, 13 Juli 2015

* PERMATA *


Sepoi-sepoi angin berhembus
Tirai tersibak, permata tertampak
Membuka kelam kelabu
Dalam nuansa biru

Kala hari tlah berganti
Angin kembali berhembus perlahan
Menghempas kejenuhan
Saat bersenandung bersama
Dikau permata
Anganku jauh menerawang

Ketika malam menyelimuti
Ceriamu masih terasa
Jauh dan jauh semakin terasa jauh
Menyentuh sanubari
Mata hati terbuka
Nada sendu tercipta
Teralun syahdu

Dikau permata
Adakah cerita tercipta
Untukmu permata
Terselip harapan membara
Dalam hati dan jiwa merana
Permata slalu terkenang

“Akhir Mei ’95”




Tidak ada komentar:

Posting Komentar