Angin malam menghempas
lembut
Tirai menyibak perlahan
Indah terlihat satu permata
Walau jauh kan selalu
terkenang
Dan untukmu permata
Jenuhku sirna
Denyut nadiku menemani
Angin pun terus berlalu di
malam itu
Namun, engkau permata
Tulus katamu menerawang
Anganku jauh
Rinai-rinai hidup terukir
Indah mempesona
Tirai pun kembali tersibak
Andai permata
Waktu tak berlalu
Untukmu ku kan bersenandung
Kata manisku untukmu
Akankah kau tahu, oh,
permata
Angin pun kembali
menghempas
Terkenang selalu dikau
permata
Namun, mungkin hanya angan
Walau indah yang terbayang
Cerita itu dalam rinduku
Untukmu permata
Memori kan abadi
Dan biar angin berlalu
Kau permata, kan selalu
terkenang
< Awal Juni ’95 >

Tidak ada komentar:
Posting Komentar